Merpatiku patah sayapnya
Surat-suratku terbengkalai
Lantas aku patah hati
Kami terluka dalam waktu yang sama
Semuanya tak berjalan sempurna
Sebagaimana yang telah kuharap
Rencanaku menjadi sia-sia
Seketika gairahku lenyap
Pena dan kertas yang telah siap
Tetap utuh wujud rupanya
Seisi kepalaku mendadak gelap—
—dari perbendaharaan kosakata
Untaian kata yang siap ditulis berturut—
—urung tertulis dalam lembaran kertas
Aku ceroboh, malam semakin larut
Separuh suratku tak mengudara lepas
Maka kurawat dengan sabar hati
Sayap merpati yang kucintai
Sambil menanti sehatnya kembali
Dan siap mengantar surat misteri
Suratku bukan sembarang surat
Namun surat dengan khasiat
Penawar lara hati tersayat
Gratis kuberi tanpa syarat
Suratku memang sederhana, kelihatannya
Tanpa pernik di kemasannya
Supaya tiada yang tertarik membaca,
isinya hanya untuk sang penerima
Semoga, sampai padaku waktu yang tepat
Untuk mengirim surat yang tertunda
Kepada sang pemilik jauh di sana
Berharap lepas luka yang menjerat
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar