Sabtu, 07 Desember 2024

[Puisi] Broken

Merpatiku patah sayapnya

Surat-suratku terbengkalai

Lantas aku patah hati

Kami terluka dalam waktu yang sama


Semuanya tak berjalan sempurna

Sebagaimana yang telah kuharap

Rencanaku menjadi sia-sia

Seketika gairahku lenyap


Pena dan kertas yang telah siap

Tetap utuh wujud rupanya

Seisi kepalaku mendadak gelap—

—dari perbendaharaan kosakata


Untaian kata yang siap ditulis berturut—

—urung tertulis dalam lembaran kertas

Aku ceroboh, malam semakin larut

Separuh suratku tak mengudara lepas


Maka kurawat dengan sabar hati

Sayap merpati yang kucintai

Sambil menanti sehatnya kembali

Dan siap mengantar surat misteri


Suratku bukan sembarang surat

Namun surat dengan khasiat

Penawar lara hati tersayat

Gratis kuberi tanpa syarat


Suratku memang sederhana, kelihatannya

Tanpa pernik di kemasannya

Supaya tiada yang tertarik membaca,

isinya hanya untuk sang penerima


Semoga, sampai padaku waktu yang tepat

Untuk mengirim surat yang tertunda

Kepada sang pemilik jauh di sana

Berharap lepas luka yang menjerat


***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...