Fiksi sederhana yang terlahir dari coretan, curahan, dan harapan hidup seorang Run yang tak pernah ternilai.
Senin, 02 Desember 2024
[Math Poetry] Adu Puji
Minggu, 30 Juni 2024
[Math Poetry] I'm Just x, Not Your Ex
Hari-hari berlalu membawa makna
Embun pagi menguarkan aromanya
Kala siang cerah berseri
Malam berbintang dan sunyi
Beratus tahun singgah di bumi,
sebagai bagian ilmu pasti
Karena tak cukup waktu sesaat
Untuk bisa diterima umat
Aku dan y tak seburuk itu
Hanya sebuah variabel sederhana
Lagipun kami dapat diubah sesukamu
Dengan huruf lain yang mungkin kau suka
Bila asing bagimu hadirnya kami
Laksana makhluk jauh di pelosok bumi
Perkenalkan, kami variabel yang penuh arti
Yang digagas oleh si cerdas Al-Khawarizmi
Ternyata tak sesederhana semestinya
Penerimaanmu atas kehadiranku
Padahal peranku penuh makna
Kala kau lupa atas nilai tertentu
Di lain hal kami hanyalah lambang
Sebagai simbol suatu posisi
Meski seakan tentang kami berbilang
Namun terkadang hanya satu materi
Kuharap kita bisa hidup berdampingan
Bahagia bersama di bumi ini
Mari melihat kupu-kupu beterbangan
Tatkala mengagumi uniknya gravitasi
Sabtu, 22 Juni 2024
[Math Poetry] Gabungan Himpunan
Puisi prekuel:
Bila bagimu kita hanyalah kumpulan penyelesaian
Dengan anggota berupa waktu yang berjalan
Maka bagiku kita bersama dalam gabungan
Sejak lahir hingga adanya kematian
Kita memang tak pernah tahu
Seberapa pantas hubungan kita diberi simbol U
Dan kita memang tak akan pernah tahu
Hingga kehidupan di alam semesta berlalu
Aku juga peduli dengan arsiran
Walaupun pikirmu aku terfokus pada gabungan
Sungguh, aku selalu berusaha mencari alasan—
—untuk tetap bersamamu dari berbagai persamaan
Kurasa, kita tak perlu begitu cemas
Arsiran hanyalah tentang angka yang fana
Meski untuk menghitung seakan aku malas
Kupikir yang utama kita berjalan seirama
Bila kita adalah penyelesaian lingkaran sempurna
Tak lagi penting apakah kita berada di kuadran berbeda
Kita akan tetap berada di semesta yang sama
Tak perlu khawatirkan garis sumbu yang maya
Bahkan bila Lauhul Mahfuzh tak pernah ada,
buku takdir akan tetap ada di lain rupa
Kita hanya terlalu banyak meminta—
—perihal kebersamaan yang fana
Bagiku cukup manusiawi pola pikirmu
Anggapku tak salah pada cara pandangmu
Kita hanya perlu banyak tafakur
Untuk mampu memahami cara bersyukur
Suara hatimu adalah lagu bagiku
Yang bersenandung dalam kalbu,
dalam ruang hati yang tampak kelabu
Untuk kuwarnai secerah awan biru
Akan kujemput bahagiaku
Akan kudatangi sukacitaku
Syukurku satu dalam hadirmu
Hingga nanti waktu kita berlalu
[Math Poetry] Irisan Himpunan
[Puisi] Napas Agustus
Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...
-
Bilakah merugimu tiba? Adakah akibat suatu jumpa? Apakah saat mata bertemu mata? Mungkinkah kala hadirku di suatu masa? Adakah sesalmu kala ...
-
Desember yang basah Lalu langit mulai berkisah Tentang hasrat dan gairah Lewat tetes hujan yang tercurah Lalu Januari datang Berceri...
-
Satu Ah, ya, selamat tahun baru! Tak terasa setahun sudah berlalu Betapa cepat larinya waktu Sayangnya langit masih kelabu Dua Kini usia mak...