Kamis, 05 Desember 2024

[Puisi] Bayang-bayang

Aku hanyalah sesosok bayang 
Terkungkung dalam jubah berwarna terang—
—tersorot seakan paling cemerlang
Terkepung di antara para belalang

Wujudku hanyalah sebentuk bayang
Tak kasat mata seakan hadirku tak nyata
Terjebak dalam jiwa yang hilang 
Terjerat angan-angan fatamorgana

Garis takdirku bagaikan bayang
Tak lebih dari sekedar benda maya
Meski zatku menempati ruang—
—kehadiranku tak akan masuk logika

Aku tak menyangkal takdirku di dunia
Lafaz syukurku tak pernah dusta
Kufur tak pernah hadir dalam jiwa
Pada awalnya, pada permulaan aku tercipta

Lalu hingga semuanya mengalir
Garis waktu semakin bergulir
Berbagai entitas pun turut hadir
Mewarnai kisah yang seakan tak berakhir

Dan inilah nasibku ternyata
Bersama jutaan bayangan lainnya
Terpasung antara rasa syukur dan ingkar setia—
—atas abdiku dalam jubah aneka warna

Jubahku terkoyak dan mulai compang-camping
Wujudku makin tak sedap dipandang
Diriku mulai dibiarkan dalam hening
Sendiri bahkan tanpa para belalang

Bilamana terluka adalah bagian dari janjiku—
—maka hadirkan luka yang paling sempurna
—yang tak membiarkan hariku membiru
—yang menjanjikan Surga abadi untukku selamanya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...