Aku berusaha mengerjap beberapa kali ketika berbagai suara menghantam telingaku. Sekeliling pandanganku mengabur. Seolah tampak tak ada batas yang jelas dan nyata di antara berbagai objek. Mataku terasa lengket dan... Aku benar- benar mengantuk!
Ah, padahal seperti baru kemarin upacara perpisahanku diselenggarakan. Aku pun masih ingat bagaimana kami pada akhirnya dijemput oleh... Eh, bagaimana mungkin aku bisa lupa siapa yang mengantarku ke tempat asing ini dan bagaimana prosesnya? Tunggu dulu, mengapa tubuhku menjadi lengket dan basah seperti ini? Sungguh, aku merasa tidak nyaman!
Tidak ada lagi teman-teman lamaku di sini, sepertinya. Aroma yang menguar cukup memberiku petunjuk bahwa aku benar-benar berada di dunia baru. Aku benar-benar menjadi seorang imigran yang baru saja tiba. Tetapi, tunggu dulu. Aku mendengar suara yang serupa denganku ketika sepasang tangan besar meletakkanku di sebuah ranjang kecil. Rupanya banyak 'tamu' yang juga baru datang. Apakah mereka juga mengalami peristiwa yang sama sepertiku?
Segala hal yang asing dan baru bagiku ini, akankah memberikanku sedikit saja ruang untuk memperoleh kenyamanan? Sekuat tenaga aku mencoba memahami dan menerima hal yang sedang terjadi padaku namun tetap saja lagi dan lagi yang meluncur dari lisanku hanyalah sebuah tangisan nyaring. Sungguh, aku mendadak menjadi tidak suka dengan suaraku sendiri.
Bukannya aku tidak berusaha lari dan mencari jalan keluar, tanpa kuketahui asal-mulanya ternyata tubuhku terasa lemas tak berdaya sementara posisiku berada dalam dekapan sepasang tangan raksasa. Lepaskan! Biarkan aku bergerak bebas!
Berbagai obrolan singkat, tawa kecil, dengung-dengung yang kadang melirih dan meninggi... Ah, aku tidak mampu memahami suara-suara itu. Bahkan aku sendiri tak dapat berkomunikasi dengan 'tamu-tamu' itu meskipun (mungkin) kami telah mengalami peristiwa yang sama. Namun selang sekian menit kemudian sepasang tangan raksasa itu membawaku ke sepasang tangan raksasa lain
Lalu aku menjadi sering berpindah dari satu tangan ke tangan lain dengan iringan ucapan syukur. Rupanya kehadiranku sangat dinantikan di sini, begitulah pikirku. Tepat dengan berdentingnya sebuah alarm dan suara yang menggema di dalam hatiku. Ya, benar. Pertualanganku baru saja dimulai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar