Selasa, 19 November 2024

[Puisi] Penyesalan

Malamku yang sepi, kala itu
Berbalut sunyi yang melingkupi
Aku termangu dalam dekapan waktu
Hari seakan kosong, namun terus berlari

Hampir tak terbayang bagaimana berikutnya
aku di malam itu melalui waktu
Tiba di titik masa yang tak terduga
Aku tersentak menyambut hasratku

Manusia dapat memilih keputusannya
Namun tak akan mampu mengubah hari lalu
Malam itu tak akan lagi seperti semula
Hanya sebatas kenangan dalam rindu

Bila kembali waktuku bersamanya
Aku ingin kami bersua
Memastikan ia menerima maafku
Atas khilafku yang tercela

Memastikan ia berhasil menjalankan hidupnya
dengan suka cita sebagai manusia
Ia yang jauh entah di mana
Semoga bahagia dalam berbagai lintas masa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...