Fiksi sederhana yang terlahir dari coretan, curahan, dan harapan hidup seorang Run yang tak pernah ternilai.
Selasa, 19 November 2024
[Puisi] Dilema
Membuka hari, beraktivitas lagi
Terpasung dalam keraguan
Harapan yang mulai menguap
Luka lama kembali terkuak
Mengaduh tergerus badai
Puing-puing aib telah tertinggal–
Ketika berbalik ke arah depan
Tak ada jalan untuk keluar
Pada akhirnya tak ada pilihan
Dan, akhirnya kembali lagi
Badai yang membabi buta
Ah, biarlah saja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[Puisi] Napas Agustus
Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...
-
Bilakah merugimu tiba? Adakah akibat suatu jumpa? Apakah saat mata bertemu mata? Mungkinkah kala hadirku di suatu masa? Adakah sesalmu kala ...
-
Desember yang basah Lalu langit mulai berkisah Tentang hasrat dan gairah Lewat tetes hujan yang tercurah Lalu Januari datang Berceri...
-
Satu Ah, ya, selamat tahun baru! Tak terasa setahun sudah berlalu Betapa cepat larinya waktu Sayangnya langit masih kelabu Dua Kini usia mak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar