Sabtu, 13 Juli 2024

[Puisi] Duplikasi

Angin yang bertiup pelan

Mengurai benang sari, bertebaran

Seperti mimpi yang berhamburan

Terbang melayang di antara awan


Mimpi yang bersikulasi setiap malam

Ditemani bulan yang temaram

Menyelinap di tengah kelam

Berembus setelah mata terpejam


Mimpi adalah buah angan

Suara yang tak tersampaikan

Yang tenggelam dalam pikiran

Yang terkalahkan oleh kenyataan


Manusia yang tak pernah cukup

Haus yang tak pernah tertutup

Hasrat yang makin meletup

Akal sehat kian meredup


Berlayar ke tengah membelah laut

Menyingkap rahasia dalam kemelut

Menyibak tabir serupa benang kusut

Selama jantung masih berdenyut


Fana adalah nyata

Abadi adalah mimpi belaka

Kehidupan penuh dengan warna

Namun tak lama, akan sirna jua


Satu yang tak perlu dua

Tiga, empat, atau lima

Cukup nikmati dan jalani saja

Biarkan berjalan semestinya


Pantaskah mengimitasi demi mimpi?

Mimpi untuk tetap abadi–

–bertahan menjalani hari-hari–

–dengan makhluk serupa diri sendiri?


Tak pernah subur nafsu manusia

Tak pernah kekal makhluk yang fana

Hanya ada Sang Pencipta pada akhirnya

Abadi dan tak akan sirna


Segala yang berlalu akan terlewati

Tak perlu ada plagiasi

Tak perlu bermimpi akan abadi

Cukup satu, sehidup semati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...