Kamis, 04 Juli 2024

[Puisi] Aku (Bukan) Gadis Pingitan

Aku tak pernah merasa seperti ini
Bernapas dalam ruang pribadi
Begitu lama, berhari-hari
Duniaku seolah terasa sepi


Aku termangu dalam diamku
Yang tak mendapat izin restu
Pergi keluar, menikmati waktu
Hari-hariku seolah terbelenggu


Aku mengintip dari celah jendela
Ini bukan lagi zaman Siti Nurbaya
Namun apalah daya
Kuharus menetap dengan terpaksa


Sebuah kabar yang datang ke telinga
Membuatku ingin berkelana
Sungguh indah dunia di luar sana
Katanya, sang penjelajah setia


Namun sayang beribu sayang
Kabar itu masih dalam bayang
Padahal ragaku ingin ke lain ruang
Aku rindu dunia yang terang


Jiwaku merengek ingin menjelajah
Mencari kesegaran, mengusir gundah
Namun usai bencana itu berkisah
Hatiku terasa semakin resah


Mengapa kini aku terpingit?
Keadaanku seolah terjepit
Terjebak antara sehat dan sakit
Sungguh, aku tak mampu menjerit


Bila nanti dunia kembali berseri
Dan izin pergiku telah disetujui
Biarkan jiwaku akan bernyanyi
Menyudahkan rindu yang hampir tak bertepi


Marilah kita menjaga diri
Supaya berakhir masalah ini
Mengurus jiwa menata hati
Bertindak positif setiap hari



NB:

Puisi ini dibuat saat era COVID-19 melanda di Indonesia

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...