Sabtu, 22 Juni 2024

[Math Poetry] Gabungan Himpunan

Puisi prekuel:

[Puisi] Irisan Himpunan



Bila bagimu kita hanyalah kumpulan penyelesaian 

Dengan anggota berupa waktu yang berjalan

Maka bagiku kita bersama dalam gabungan

Sejak lahir hingga adanya kematian


Kita memang tak pernah tahu

Seberapa pantas hubungan kita diberi simbol U

Dan kita memang tak akan pernah tahu

Hingga kehidupan di alam semesta berlalu


Aku juga peduli dengan arsiran

Walaupun pikirmu aku terfokus pada gabungan

Sungguh, aku selalu berusaha mencari alasan—

—untuk tetap bersamamu dari berbagai persamaan


Kurasa, kita tak perlu begitu cemas

Arsiran hanyalah tentang angka yang fana

Meski untuk menghitung seakan aku malas

Kupikir yang utama kita berjalan seirama


Bila kita adalah penyelesaian lingkaran sempurna

Tak lagi penting apakah kita berada di kuadran berbeda

Kita akan tetap berada di semesta yang sama

Tak perlu khawatirkan garis sumbu yang maya


Bahkan bila Lauhul Mahfuzh tak pernah ada,

buku takdir akan tetap ada di lain rupa

Kita hanya terlalu banyak meminta—

—perihal kebersamaan yang fana


Bagiku cukup manusiawi pola pikirmu

Anggapku tak salah pada cara pandangmu

Kita hanya perlu banyak tafakur

Untuk mampu memahami cara bersyukur


Suara hatimu adalah lagu bagiku

Yang bersenandung dalam kalbu,

dalam ruang hati yang tampak kelabu

Untuk kuwarnai secerah awan biru


Akan kujemput bahagiaku

Akan kudatangi sukacitaku

Syukurku satu dalam hadirmu

Hingga nanti waktu kita berlalu 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...