Sabtu, 22 Juni 2024

[Puisi] Kopi Darat

Inspired by
Backsound Tik Tok "boleh minta nomer wa gak?" oleh @namakuiyusss


#1

Tak pernah ada yang percuma
Pada kehidupan setiap manusia 
Termasuk pertemuan dua insan—
—yang berjumpa di usia belasan

Tak ada beda seperti lainnya
Saat satu titik pandangku—
—berhenti pada seorang pria
Pada pemilik mata kelabu

Perjumpaan yang cukup sederhana
Tersimpan rapi di album memori
Tentang sosokmu yang bersahaja 
Berhasil masuk ke relung hati

Sayangnya aku terlalu berani
Mendekati tempat kau berdiri
Mengundangmu untuk saling mengenal
Berharap upayaku tidak gagal

Dengan kesadaran penuh, lisanku bertanya
"Halo Kak, boleh minta nomor wasapnya gak?"
Kau tampak terperangah, sedikit ternganga
Duh malunya diriku, alamak!

Hampir terbirit kakiku saat itu
Hentak halusmu menahanku tetap di sana
Kau tunjukkan layar ponselmu
Muncul sederet angka dengan nyata

Beruntung tawamu tak hadir kala itu
Pun hujaman dari sepasang matamu
Meski mungkin di benakmu menggerutu,
"sudah gilakah wanita di hadapanku?"

Namun kau tak menghakimiku
Untuk sikap refleksku yang bikin malu 
Tiba-tiba otakku tersadar sesuatu 
Loh, aku kan sudah simpan nomormu!


***

#2

Festival seni yang mengagumkan
Tak pernah membuatku kecewa
Seakan jadi pelarianku sementara 
Penawar suntuk kesibukan kerja

Aneka tarian dan dongeng Nusantara 
Selalu jadi favoritku hingga kini
Antuasiasmeku begitu menbara
Tak dapat kulewati meski hanya pembuka

Catatan alfaku tak pernah ada
Pada acara kesayanganku ini
Setiap tahun tetap sama
Aku menghadirinya seorang diri

Lalu kau muncul tiba-tiba
Menyerukan tanya di muka
Mengejutkanku begitu saja
Sungguh, aku tak tahu harus apa

Kau malah terbengong di tempat
Sedetik berlalu kakimu hampir melesat—
—kembali hilang di kerumunan padat
Kusodorkan ponselku dengan cepat

Beruntung aku tak salah membalas
Dengan sahutan viral di dunia maya
Mungkin bisa buat kau semakin melas
Menahan malu hampir tak hingga

Namun, apakah kau bercanda?
Bukankah kita janjian untuk berjumpa?
Berkopidarat setelah perkenalan lama—
—saat kita bertemu di social media?

Dan kau tampak hampir tertawa
Rupanya kesadaranmu telah tiba
Lalu kita tenggelam di lautan manusia
Menikmati acara hingga usai waktunya

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...