Kamis, 16 Januari 2025

[Puisi] Tragedi Interaksi

Bilakah merugimu tiba?

Adakah akibat suatu jumpa?

Apakah saat mata bertemu mata?

Mungkinkah kala hadirku di suatu masa?


Adakah sesalmu kala itu?

Adakah keterpaksaan menyiksamu?

Adakah lukamu karena eksistensiku–

–menyapa hidupmu di segaris waktu?


Adakah engganmu menyayat kalbu?

Jengahkah dirimu menatapku?

Kacaukah harimu saat kita bertemu–

–dalam ketidaksengajaan di masa lalu?


Adakah sukacita menyelimutimu–

–tatkala perpisahan mengakhirinya?

Adakah lega melingkupi benakmu–

–saat tak ada lagi perjumpaan kita?


Pernahkah terbersit dalam benakmu?

"Salahkah aku menghindar darinya?"

Atau barangkali namaku–

–muncul dalam selapis sesalmu?


Adakah setitik kelembutan hatimu–

–membuka jalan penerimaan

Menyambut uluran tangan

Menggengamku tanpa jemu


Adakah pintu yang harus kutuju–

–tuk menemuimu di lorong waktu

Tanpa menghadapi seribu larimu

Menjauh pergi meninggalkanku


Adakah maaf yang harus kuaju

Untuk sembuhkan luka yang berdebu

Yang mungkin tergores karena ulahku

Yang mungkin kulakukan di masa lalu


Masihkan kesempatan itu terbuka

Bilamana di suatu perlintasan masa

Entah kebetulan atau disengaja

Sosokmu dan diriku berjumpa


Akankah bila itu terjadi

Mungkinkah kau 'kan memilih pergi

Akankah bagimu celaka tak terperi?

Akankah jadi sial yang tak terprediksi?


Haruskah kulakukan suatu hal

Penuhi perkara yang kau impikan

Bilamana itu menjadi aral

Untuk kutemui kau di penantian


Bilakah pupus harapan ini?

Tentangmu seakan tak kunjung usai

Penantian silam yang belum terpenuhi

Semoga sesakku segera runtuh terurai


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...