Fiksi sederhana yang terlahir dari coretan, curahan, dan harapan hidup seorang Run yang tak pernah ternilai.
Selasa, 02 Agustus 2016
[Puisi] Kisah Setahun
Desember yang basah
Lalu langit mulai berkisah
Tentang hasrat dan gairah
Lewat tetes hujan yang tercurah
Lalu Januari datang
Bercerita dengan tenang
Sesekali badai menyerang
Seperti dengung prajurit perang
Tibalah di Februari
Langit murung tanpa mentari
Menangis sedih sepanjang hari
Berharap mentari kan berseri
Maret sampai sesudahnya
Melanjutkan penggalan cerita
Untuk bumi kawan karibnya
Berdongeng indah dengan sempurna
Kemudian saatnya April
Pelangi riang menari kecil
Kesabaran langit membuahkan hasil
Tiada lagi dingin menggigil
Mei sampai tanpa sadar
Perlahan hasrat mulai menjalar
Berlanjut gairah yang berkobar
Membakar hati begitu kasar
Datangnya Juni tiada dihitung
Rindu lama telah terselubung
Menjerat hati sampai ke relung
Membabi buta tidak terbendung
Disusul kehadiran Juli
Cahayanya menerangi bumi
Sorot mentari membakar diri
Panasnya sungguh tak terperi
Agustus muncul setelah itu
Rasa yang aneh kembali mengganggu
Memberi corak dan warna baru
Setiap masa menggebu-gebu
September dekat pandangan
Meneruskan kisah perjalanan
Untuk mengejar satu tujuan
Cinta lama yang mengusik pikiran
Selanjutnya Oktober sampai
Cinta gila yang membuat lalai
Manusia normal bagai keledai
Korbankan nyawa agar mimpi tercapai
Setelah itu November hadir
Terdengar gemuruh suara petir
Rinai hujan deras mengalir
Air meluncur hulu ke hilir
Badai menghantam angin menyerang
Laksana situasi dalam perang
Tubuh yang lemah sakit mengerang
Tamatlah riwayat si petualang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[Puisi] Napas Agustus
Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...
-
“Kamu nggak apa-apa, Grace?” Lagi-lagi aku mendapatinya tengah bersedih. Raut wajah datarnya terlihat murung. Sebetulnya ...
-
Detzumarch tertegun. Uangnya sudah habis. Padahal hari ini ia belum bisa tertawa. Dengan rasa malu, ia mendongak. Ditatapnya Ked...
-
Seonggok asa yang mengabu-biru Tak pernah terpikirkan dalam benakku Bertahun merindu dalam kesunyian Memadu rasa yang tak terjelaskan Tak je...
Sy dpt link puisi dr bu Lis 😃 Bagus loh! Yg sblmnya jg bagus.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus