Bilakah merugimu tiba?
Adakah akibat suatu jumpa?
Apakah saat mata bertemu mata?
Mungkinkah kala hadirku di suatu masa?
Adakah sesalmu kala itu?
Adakah keterpaksaan menyiksamu?
Adakah lukamu karena eksistensiku–
–menyapa hidupmu di segaris waktu?
Adakah engganmu menyayat kalbu?
Jengahkah dirimu menatapku?
Kacaukah harimu saat kita bertemu–
–dalam ketidaksengajaan di masa lalu?
Adakah sukacita menyelimutimu–
–tatkala perpisahan mengakhirinya?
Adakah lega melingkupi benakmu–
–saat tak ada lagi perjumpaan kita?
Pernahkah terbersit dalam benakmu?
"Salahkah aku menghindar darinya?"
Atau barangkali namaku–
–muncul dalam selapis sesalmu?
Adakah setitik kelembutan hatimu–
–membuka jalan penerimaan
Menyambut uluran tangan
Menggengamku tanpa jemu
Adakah pintu yang harus kutuju–
–tuk menemuimu di lorong waktu
Tanpa menghadapi seribu larimu
Menjauh pergi meninggalkanku
Adakah maaf yang harus kuaju
Untuk sembuhkan luka yang berdebu
Yang mungkin tergores karena ulahku
Yang mungkin kulakukan di masa lalu
Masihkan kesempatan itu terbuka
Bilamana di suatu perlintasan masa
Entah kebetulan atau disengaja
Sosokmu dan diriku berjumpa
Akankah bila itu terjadi
Mungkinkah kau 'kan memilih pergi
Akankah bagimu celaka tak terperi?
Akankah jadi sial yang tak terprediksi?
Haruskah kulakukan suatu hal
Penuhi perkara yang kau impikan
Bilamana itu menjadi aral
Untuk kutemui kau di penantian
Bilakah pupus harapan ini?
Tentangmu seakan tak kunjung usai
Penantian silam yang belum terpenuhi
Semoga sesakku segera runtuh terurai