Selasa, 30 September 2025

[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku
Napas yang bertiup dari rahmat-Nya
Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu
Napas yang diaminkan puluhan doa

Mungkin hidup tak hanya tentang napas—
—atau perihal denyut nadi
Adapun ruhku mengisi jasmani
Yang keduanya saling berselaras

Napas-napasku yang telah usai 
Pada ribuan purnama silam
Bersenandung di antara tirai—
—waktu siang dan malam

Demikian pun pada bulan lalu—
—yang baru saja berakhir
Napasku hidupi memori bisu
Jejak buah pikiran yang kuukir

Napas-napasku telah berembus
Di tengah riuhnya bulan Agustus
Mengalir sedemikian halus
Berdetik-detik, terus-menerus

Napas Agustusku adalah saksi—
saksi bisu perihal diri ini,
tentang masa penuh memori,
tentang janji yang tak terpenuhi

Untaian kalimat penenang itu,
"besok aku akan lebih rajin,"
atau, "harus produktif setiap waktu,"
Nyatanya aku masih belum disiplin

Detik-detik yang terulur,
hingga menit-menit yang tertinggal,
dan semangat yang meluntur,
seakan napasku tersisa sejengkal

Sejujurnya ini tak separah itu
Bila mana keberanianku tiba
Menjawab teguh tanpa ragu
Pada komitmen sebelumnya

Bukankah hidupku pun berawal janji?
Janji mengabdi pada Rabb-ku
Janji mengasihi makhluk-Nya di bumi
Sebatas mampuku setiap waktu

Namun apalah janji yang gugur
Seperti unggas di dalam telur
Yang tak berhasil lahir ke bumi
Berakhir sebagai sesuatu yang mati

Adakah Septemberku teperbarui?
Memulihkan luka yang bertubi-tubi,
menggenapkan kekosongan jasmani,
memenuhi janji pada ruh di dalam diri



[Puisi] Napas Agustus

Napas-napasku adalah hidupku Napas yang bertiup dari rahmat-Nya Napas yang diperjuangkan ayah dan ibu Napas yang diaminkan puluhan doa Mungk...